Ke Sekolah Naik Truk, Ini Tanggapan Dewan
Senin, 02 Oktober 2017 | 07:57:01 WIB | Dibaca: 190 Kali




Anggota Komisi DPRD Tanjabbar Alamsyah. (Dok/net)


MUARAPAPALIK - Prihatin, anak sekolah yang tinggal di wilayah PT CKT, Rantau Badak, Kecamatan Muarapapalik harus mengendarai truk untuk belajar ke sekolahnya. Hal ini mendapat respon dari Anggota DPRD Dapil Ulu, Alamsyah.

Politisi Gerindra ini meminta kepada Managemen PT CKT segera menyediakan armada sekolah untuk anak-anak yang tinggal di lingkungan perusahaan.

Kata dia, sangat tidak etis perusahaan tidak memikirkan kelangsungan pendidikan bagi anak-anak dari karyawannya sendiri.

"Sudah sewajarnya, perusahaan menyediakan fasilitas. Orang tua mereka (anak sekolah,red) kan karyawan PT CKT," kata dia.

Apalagi, lanjut Alamsyah, pelajar yang ada di lingkungan sekitar harus belajar ke kabupaten tetangga.

"Ini harus menjadi perhatian bersama, pemerintah jangan tinggal diam. Bila memungkinkan di bangun lagi sekolah, sehingga anak-anak itu tidak perlu sekolah ke Muarojambi," timpal mantan Kades ini.

Diwartakan sebelumnya, pelajar Sekolah Dasar dan Sekolah Menengah Pertama yang tinggal di Komplek Perumahan PT Citra Koperasindo Tani (CKT), Desa Rantau Badak, KM 73 harus bersekolah ke Kabupaten Muarojambi. Pasalnya, jarak sekolah di kabupaten tetangga ini lebih dekat dibanding sekolah yang ada di Muarapapalik.

Salah seorang orang tua murid yang tinggal di perumahan karyawan CKT membenarkan hal ini. Anaknya terpaksa bersekolah ke SDN 231 Muarojambi yang terletak 20 kilometer dari rumahnya.

"Lebih dekat ke Muarojambi daripada di Rantau Badak," kata karyawan CKT ini sembari meminta infotanjab.com merahasiakan namanya.

Lebih parah lagi, anaknya dan siswa lainnya harus numpang truk setiap harinya. Hal ini dikarenakan, tidak adanya kendaraan khusus yang disiapkan perusahaan.

"Bukan anak saya saja, di afdeling I saja ada dua puluhan anak, lain lagi di afdeling 2 dan 3," kata pria berdarah Batak ini.

Dirinya berharap, ada perhatian dari Managemen PT CKT untuk menyiapkan sarana transportasi anak sekolah di lingkungan perusahaan tersebut.

"Prihatin, anak-anak di sini numpang mobil truk kalau ke sekolah, sampai baju menguning kena debu," timpal pria yang baru dua tahun bekerja di perusahaan sawit ini.(*)

Editor : Andri Damanik





Berikan Komentar via Facebook :