Hampir Setengah Triliun Dana yang Tersedot untuk Air Bersih, Jangan Sampai Gagal Lagi
Kamis, 28 Desember 2017 | 18:33:42 WIB | Dibaca: 211 Kali




Bupati Tanjabbar Dr Ir H Safrial Meninjau Revitalisasi Air Bersih di Tebing Tinggi, Menyedot Dana Rp 30 Miliar dari APBD Tanjabbar 2017.(Komdok/IT)


10 tahun terakhir alokasi proyek air bersih di Kabupaten Tanjabbar cukup fantastis. Di era kepemimpinan Safrial - Yamin (2005-2010) setidaknya Rp 300 miliar APBD yang tersedot untuk pembangunan Intake dari Tebing Tinggi ke Kualatungkal. Berlanjut di era kepemimpinan Usman – Katamso (2010-2015), digelontorkan proyek air bersih jilid II sekitar Rp 100 miliar lebih. Tahun ini digelontorkan lagi sekitar Rp 30 Miliar untuk peningkatan air bersih di wilayah Tebing Tinggi.

ANDRI DAMANIK – INFOTANJAB.COM

DATA yang dihimpun infotanjab.com, hampir setengah triliun rupiah anggaran air bersih yang tersedot di Tanjabbar. Sementara untuk wilayah Kota Kualatungkal, masih mengandalkan sumber baku dari Parit Panting, yang dibangun sejak 2013 lalu (era kepemimpinan Usman – Katamso).

Tak ingin gagal lagi, Bupati Tanjabbar Dr Ir Safrial MS begitu intens meninjau pembangunan air bersih. Tahun ini baru sebatas revitalisasi di wilayah Tebing Tinggi. Dengan harapan, jaringan air bersih ini bisa terkonek ke Kualatungkal melalui instalasi yang ada di Bram Itam.

Dalam peninjauan revitalisasi jaringan air bersih ini, Rabu (27/12) Bupati didampingi Kadis PU  Tanjabbar Ir H Andi Ahmad Nuzul, Kabid Cipta Karya Dinas PU Syafrun ST, juga dihadiri oleh lurah dan Kades Tebing Tinggi.

Dalam peninjauannya, Bupati mengecek sumber air bersih dari Sungai Pengabuan dilanjutkan ke tempat sentral bak penampungan pengolahan air bersih yang berada di lokasi proyek tersebut.

Bupati Tanjabbar Safrial mengatakan, hasil pengelolaan air bersih di Tebing Tinggi yang sebelumnya mengalami pro dan kontra kini telah terwujud.

"Pada hari ini air bersih yang kita dapatkan sudah menjadi kenyataan. Jadi pada tahun 2018 ini kita akan menambah lagi pompa air, kemudian kita juga akan membuat sambungan ke Kualatungkal, mudah-mudahan dengan selesainya pembangunan pipanisasi untuk Tungkal Ilir 2018 nanti, dapat memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat Tungkal Ilir yang layak minum," kata Safrial.

Ditambahkan Safrial, tahun 2019 akan dilanjutkan sambungan pipanisasi ke Purwodadi kemudian dilanjutkan ke wilayah seberang Sungai Pengabuan melalui Desa Margo Rukun hingga terkonek ke desa-desa yang ada di seberang Kota Kualatungkal.

Sementara itu, Kadis PU Tanjabbar Ir H Andi Ahmad Nuzul mengatakan, setelah ini akan dilakukan serah terima ke PDAM Tirta Pengabuan untuk pengoperasian kepada masyarakat.

Diperkirakan, serah terima instalasi air ini dilakukan pada Januari 2018. "Nanti kalau sudah selesai yang memanfaatkan itu PDAM, Insya Allah Januari ini setelah listrik masuk dari PLN kita serah terima dengan PDAM, sehingga bisa dikelola dan dimanfaatkan oleh masyarakat," kata Andi Nuzul.

Ditambahkan Andi, pada 2018 akhir, instalasi air bersih di Tebing akan dikonekkan ke Bram Itam dan dilanjutkan ke Kualatungkal. “Sehingga air dari Tebing Tinggi sudah bisa mengalir ke Kota Kuala Tungkal,” timpal Andi.

Kabid Cipta Karya Dinas PU Tanjabbar, Safrun ST menjelaskan, tekanan air saat ini baru mencapai 100 liter per detik dan akan ditingkatkan menjadi 250 liter/detik sesuai kebutuhan menuju kota Tungkal. “Insya Alllah 2018 Air mengalir ke Kualatungkal," ujar Safrun.

Terpisah, Direktur PDAM Tirta Pengabuan, Ustayadi Barlian mengatakan, untuk wilayah Tebing Tinggi, pemerintah telah menyiapkan 500 sambungan rumah.

Pada tahun 2018, direncanakan air mengalir ke wilayah Tungkal Ilir melalui sumber baku di Tebing Tinggi. Instalasi ini akan terkonek dengan instalasi air bersih di Bram Itam.

“Mudah-mudahan ini menjadi cerminan sejarah yang baru buat masyarakat, yang selama ini menyangsikan program air bersih. Insya Allah nanti pada saatnya akan kita rasakan bersama-sama,” imbuhnya.(*)

 





Berikan Komentar via Facebook :