Idul Fitri dan Tahun Emas
Kamis, 16 Juli 2015 | 22:07:31 WIB | Dibaca: 1058 Kali




ilustrasi/net


Oleh : R Simanjuntak - Pemred Infotanjab.com

MELAKSANAKAN ibadah puasa selama bulan Ramadhan merupakan hakikat manusia dalam penyucian hati sebagai makhluk Allah SWT. Berpuasa di bulan Ramadhan adalah suatu perjuangan besar dalam menaklukkan nafsu duniawi. Tak salah, para bijaksanawan mengatakan, musuh terbesar adalah diri sendiri.

Melalui media ini, pada awal memasuki bulan suci Ramadhan, kita mengutarakan hakikat melaksanakan ibada puasa satu bulan penuh adalah keseimbangan hidup pribadi, sehingga kita mampu mengendalikan diri terhadap hiruk – pikuk kekalutan di sekitar kita. Dengan demikian, keseimbangan hidup pribadi itu, kondisi sehat jasmani dan rohani bisa terimplementasikan dalam kesatuan yang utuh, terhindar dari nafsu-nafsu duniawi. Inilah hakekat puasa yang sebenarnya.

Hari ini adalah hari terakhir di bulan yang penuh berkah dan maghfirah. Malam ini merupakan malam kemenangan bagi mereka yang berpuasa sebulan penuh, berjuang melawan hawa nafsu, dan mengisi bulan puasa dengan amal shaleh dengan tujuan mengharapkan Ridho Allah.

Jumat, 1 Syawal 1436 Hijriah ditetapkan sebagai Hari Raya Idul Fitri. Marilah kita bersyukur kepada Allah SWT karena kita diberikan umur panjang, bisa melaksanakan ibadah puasa satu bulan penuh dan bertemu dengan hari yang Fitri, untuk saling bermaafan. Semoga kita dipertemukan Allah pada bulan Ramadhan yang akan datang. (amin).

Pada hari kemenangan ini, rasa syukur yang tulus bisa terwujud apabila ibadah puasa itu benar-benar dilaksanakan dengan ikhlas, tawadu, dan hanya mengharapkan Ridho Allah.

Lazimnya, tradisi merayakan Hari Raya Idul Fitri adalah berkumpul bersama sanak saudara, bersilaturahmi dengan tetangga dan kerabat. Bahkan diantara masyarakat di Tanjabbar ada yang mudik (pulang kampung). Bagi sebagian orang, kalau tidak mudik dan berkumpul dengan sanak keluarga, kurang afdol merayakan Idul Fitri.

Pada saat mudik lebaran inilah berlangsung pertukaran budaya dari Kota ke Desa, sebaliknya dari desa ke kota yang implementasinya akan terbentuk nilai baru. Diharapkan, nilai budaya baru itu kita jaga agar tetap dalam ruang lingkup kesederhanaan dengan mengacu pada nilau luhur Bangsa Indonesia.

Sesuai makna Idul Fitri, ungkapan syukur kepada Allah SWT karena kita telah lulus dari perjuangan pengendalian diri, benar-benar suatu ungkapan yang tulus dijabarkan dalam bentuk kesederhanaan, rasa syukur yang tidak terikat pada dimensi ruang dan waktu.

Bagi masyarakat Tanjabbar, perayaan Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriah ini, memiliki momentum tersendiri, dimana sebentar lagi masyarakat Tanjungjabung Barat akan menghadapi ulang tahun emas, tepatnya pada 10 Agustus 2015. Ulang Tahun Tanjabbar kali ini merupakan tahun terakhir kepemimpinan Usman – Katamso periode 2015-2016.

Momentum ini dapat kita jadikan sebagai evaluasi kemajuan pembangunan yang hasilnya sudah kita nikmati dan rasakan di dalam memasuki usia ke -50 Tanjungjabung Barat yang kita cintai ini.

Selain bersuka cita merayakan Hari Raya Idul Fitri, tentunya masyarakat Tanjabbar turut merasa prihatin atas penderitaan 14 Kepala Keluarga (57 jiwa) yang kehilangan tempat tinggal dan harta benda pada musibah kebakaran di RT 18, Kelurahan Tungkal IV Kota Kecamatan Tungkal Ilir, Minggu (12/7) lalu. Mereka terpaksa merayakan Idul Fitri di rumah keluarga. Demikian juga kita doakan semoga korban kebakaran, Hj Jawiyah berusia 70 tahun, diterima Allah disisinya dan diterima segala amal kebaikannya semasa hidup. Kepada keluarga yang ditinggalkan, diberikan ketabahan.

Kepada kaum muslimin dan muslimat, Redaksi Infotanjab.com menyampaikan ucapan Selamat Hari Raya Idul Fitri 1 Syawal 1436 Hijriah, Minal Aidin Wal Faidzin. (***)

 





Berikan Komentar via Facebook :