Editorial Infotanjab.com Maret - Minggu Pertama
Dua Kali Pilkada Langsung Jadi Pelajaran Berharga
Senin, 16 Maret 2015 | 20:14:22 WIB | Dibaca: 1053 Kali




Ilustrasi/net



Robinson Simanjuntak – Pemred Infotanjab.com

PEMILIHAN Kepala Daerah (Pilkada) langsung secara serentak di Provinsi Jambi akan dilaksanakan Desember mendatang, termasuk Kabupaten Tanjabbar. Pilkada yang akan digelar, sejalan dengan berakhirnya masa jabatan Bupati Tanjabbar Usman Ermulan dan Wakilnya Katamso pada 27 Januari 2016 mendatang.

Pilkada langsung merupakan proses politik sebagai jalan mengabdi kepada masyarakat. Semua calon kepala daerah yang terpilih dituntut memberikan yang terbaik kepada masyarakat melalui pemerintahan yang dipimpinnya. Sebab, jabatan kepala daerah bukanlah sekedar raja-raja kecil, tetapi amanah yang harus dipertanggungjawabkan kepada rakyat dan Tuhan yang Maha Esa.

Pilkada langsung pada Desember 2015 merupakan pemilihan kepala daerah langsung yang ketiga kalinya di Tanjab Barat. Dua pilkada yang lalu, kita laksanakan sarat dengan pelbagai konflik bahkan sampai ke Mahkamah Konstitusi (MK). Pilkada pertama pada 2005 lalu, pasangan Safrial – Yamin berhadapan dengan pasangan Amir Sakib – Ali Anfari di Mahkamah Konstitusi dan dimenangkan pasangan Safrial – Yamin.

Selanjutnya, pada Pilkada 2010 lalu, pasangan Usman Ermulan – Katamso kembali berhadapan dengan Safrial – Yamin di MK. Saat itu, pasangan UE-Katamso dimenangkan oleh MK, hingga akhirnya duduk sebagai Bupati dan Wakil Bupati terpilih, periode 2011-2016.

Dua Pilkada yang tuntas di MK itu memberikan pelajaran berharga dalam menentukan pilihan kita, Desember mendatang. Sebab, hasil pilihan kita nanti, sangat menentukan masa depan Kabupaten Tanjab Barat lima tahun kedepan. Apakah pembangunan lebih baik dari sekarang?

Pemimpin yang terpilih dari pilkada langsung, diharapkan bisa memberikan apa yang menjadi kebutuhan masyarakat di daerah ini, termasuk kebutuhan air minum yang sampai saat ini masih mengandalkan air kemasan (mineral) dan air hujan.

Memang, sejak 1980 lalu, para pemimpin di daerah ini termasuk pemimpin yang dipilih melalui pilkada langsung (dua periode lalu,red) mencanangkan program air bersih yang dibiayai melalui APBD dan APBN. Namun, hasilnya bisa kita lihat sendiri. Oleh karena itu, pada pilkada langsung Desember mendatang, diharapkan melahirkan pemimpin yang memiliki niat yang tulus dan mampu membawa kemajuan dinamis dalam mensejahterahkan masyarakat di Kabupaten yang kita cintai ini.

Dalam menentukan bakal calon bupati (Bacabup) adalah ranah partai politik selaku partai pengusung, kecuali bakal calon bupati yang maju secara independen. Kita harapkan, petinggi partai politik dalam menetapkan bakal calon bupati selektif dalam memilih pemimpin yang berniat tulus membangun Bumi Serengkuh Dayung Serentak Ke Tujuan ini.(***)

 

 

 





Berikan Komentar via Facebook :