EDITORIAL MINGGU PERTAMA APRIL
Terlantar 12 Tahun Akan Dibangun Kembali
Rabu, 08 April 2015 | 13:54:01 WIB | Dibaca: 1353 Kali




Salah Satu Aset Terlantar (net/IT)



Oleh : R Simanjuntak – Pemred Infotanjab.com

SETELAH dua belas tahun terlantar dan amblas, Pelabuhan Roro yang berlokasi di Parit VII Desa Tungkal I Kecamatan Tungkal Ilir Kabupaten Tanjab Barat akan dibangun kembali.

Terungkapnya kembali pembangunan Pelabuhan Roro itu, pada saat acara sosialisasi kelaikan sarana angkutan sungai dan danau di Kualatungkal baru-baru ini. Direktur LLASDP Kementerian Perhubungan RI Edy Gunawan meminta kepada Bupati Tanjabbar membuat konsep pembangunan Jembatan Pelabuhan Roro yang dibangun tahun 2003 lalu hingga kini terlantar dan fisik bangunannya sudah amblas.

Yang menjadi pertanyaan bagi kita, bagaimana perencanaan dan studi kelayakan Pelabuhan Roro itu. Sebab, sejak dibangun 2003 lalu melalui ABPD miliaran rupiah hingga saat kedatangan Direktur LLASDP Kemenhub RI ke Kualatungkal, belum pernah terdengar upaya instansi terkait kelanjutan dan pengoperasian Jembatan Pelabuhan Roro tersebut, dibiarkan begitu saja terlantar dan bangunannya amblas.

Perlu kita garis bawahi, sejak terbukanya jalan angkutan darat melalui Jalan Lintas Timur ke Tembilahan Indra Giri Hilir - Riau, arus penumpang angkutan laut dari Indragiri Hilir melalui Pelabuhan Kualatungkal sudah merosot, sedangkan sebelumnya masyarakat Inhil tujuan Jambi, Palembang, Jakarta dan daerah lainnya melalui Pelabuhan Kualatungkal. Apakah ini tidak mempengaruhi dampak jika nantinya Pelabuhan Roro beroperasi?

Kita mendukung kegiatan pembangunan fisik untuk kesejahteraan masyarakat dan kemajuan daerah Tanjungjabung Barat yang kita cintai ini, namun kita sendiri melihat banyak bangunan fisik menelan dana ratusan miliar rupiah baik APBN maupun APBD tidak berfungsi alias terlantar. Seperti, beberapa bangunan di Merlung, Jembatan Sungai Lumahan, Bangunan Aquala, Pasar Parit Satu, Intake Air Bersih (Proyek Multiyears), bangunan perhubungan di Terjun Jaya, Kecamatan Betara, termasuk Pelabuhan Pendaratan Ikan (PPI) yang bersebelahan dengan Pelabuhan Roro hanya berfungsi sebagai Pabrik Es.

Semoga pembangunan kembali Pelabuhan Roro yang sudah 12 tahun terlantar itu, nantinya tidak menambah daftar urutan bangunan terlantar dan mubazir di Tanjungjabung Barat. (***)

 

 





Berikan Komentar via Facebook :