Belum Diketahui Motif Pembunuhan Kakak Kandung Bupati Tanjabbar
Senin, 11 Juli 2016 | 11:12:03 WIB | Dibaca: 1974 Kali




Bupati Tanjabbar Dr Ir H Safrial saat Menabur Bunga di Pemakaman Abang Kandungnya, M Yazid Siregar, Kamis (30/1).(hms/IT)



KUALATUNGKAL – Pelaku pembunuh abang Bupati Tanjabbar berhasil diringkus Tim Polda Jambi belum lama ini. Dua pelaku ditangkap di Kabupaten Merangin tanpa ada perlawanan terhadap petugas.

Informasi yang dirangkum, kedua pelaku pembunuhan sadis itu ditangkap di tempat yang berbeda. Hal ini dibenarkan Kapolda Jambi melalui Kasubbag Penmas Bidang Humas Polda Jambi, Kompol Wirmanto, Kamis lalu kepada sejumlah media.

Pelaku kini dibawa ke Polres Tanjungjabung Barat untuk menjalani pemeriksaan intensif. Polda Jambi ikut membackup Polres Tanjungjabung Barat dalam mengungkap kasus pembunuhan M Yazid (63).

Diwartakan sebelumnya, M Yazid Siregar (63), Kakak kandung Bupati Tanjungjabung Barat ditemukan meninggal dunia di kebun miliknya dalam kondisi bersimbah darah.

Biasanya M Yazid Siregar (63) pulang dari kebun sekitar pukul 14.00. Sampai pukul 15.00, abang kandung Bupati Tanjabbar ini tak juga kembali ke kediamannya. Merasa aneh, pihak keluarga menyusul ke kebun untuk melihat keadaannya di Dusun Sungai Langir, Desa Badang, RT 05, Kecamatan Tungkal Ulu. Tak disangka, bapak enam anak ini tewas bersimbah darah dengan posisi duduk di dekat pohon sawit.

Sekitar pukul 17.00 Rabu sore (29/6) kabar tewasnya abang Bupati Safrial beredar. Sore itu juga, Bupati Safrial meluncur ke Tungkal Ulu.

M Yazid akhirnya dikebumikan pada Kamis (30/6) di pemakaman umum di Merlung. Pada proses pemakaman, tampak kesedihan mendalam pada wajah Bupati Tanjabbar Dr Ir H Safrial MS.

Bupati dan keluarga berharap, pelaku pembunuhan Yazid segera ditangkap dan diproses seadil-adilnya.

"Saya tahunya dari telepon bahwa berita pertamanya beliau dikabarkan ditembak," jelas Bupati Kamis (30/6).

Namun setelah diperiksa, ternyata lubang yang terdapat di belakang kepala korban bukanlah bekas tembakan tetapi seperti bekas digancu atau sejenisnya.

“Barangkali dipukul, digancu atau didodos dengan alat pemanen sawit," jelas Bupati.

Sementara itu, belum ada keterangan resmi dari Polres Tanjabbar terkait motif pembunuhan kakak kandung Bupati Tanjabbar itu.(*/ant)

Editor : Tim Redaksi





Berikan Komentar via Facebook :