PENGUNGKAPAN SINDIKAT INTERNASIONAL
Dari Tanjung Batu, Mantan Pegawai Lapas Ini Bawa Sabu Seberat 8,7 Kilogram
Selasa, 28 Februari 2017 | 21:18:13 WIB | Dibaca: 975 Kali




Kapolda Jambi Brigjen Pol Drs Yazid Fanani M Si saat Ekspose Penangkapan Sabu-sabu, Jaringan Internasional di Mapolres Tanjabbar, Selasa (28/2) sore.(ist/IT)



KUALATUNGKAL – Jalur perairan Kualatungkal menjadi lintasan peredaran Narkoba lintas negara. Buktinya, 8,7 kilogram sabu ditemukan petugas dari penumpang Kapal Srikandi, yang berlabuh di Pelabuhan Marina, Senin (27/2).

Barang haram yang telah dipaket secara rapi ini diduga berasal dari Malaysia, dibawa ke ke Kualatungkal melalui Tanjung Batu, Kepri.

Disamping sabu-sabu, petugas berhasil mengamankan satu unit senjata api laras pendek jenis Softguns  dan uang tunai Rp 13 juta lebih, sejumlah perlengkapan isap sabu. Serta satu unit mobil avanza dengan nopol BH 1660 HS.

Dua pelaku diamankan di sekitar Pelabuhan Marina dan dua pelaku lagi diamankan di luar pelabuhan, yang diduga tengah menunggu paket sabu tersebut.

Kapolda Jambi,  Brigjend Pol Yazid Fanani di Mapolres Tanjabbar,  Selasa(28/2) sore kepada awak media membenarkan penangkapan sabu kelas kakap ini.

Sebanyak 4 orang pelaku berhasil diamankan, inisial DP, HK, FS, ES.  Keempat tersangka ini adalah WNI berasal dari Tanjung pinang, Kepulauan Riau.

"Kasus ini merupakan terbesar di Kabupaten Tanjabbar  dan salah satu jumlah paling besar di Provinsi Jambi, kasus ini ditangani oleh polres Tanjabbar saja," ungkap Kapolda. 

Dari keterangan pelaku, kata Yazid,  barang haram tersebut akan disebarkan di wilayah Palembang dan Provinsi Jambi.

Atas perbuatannya pelaku dijerat Pasal 112, 114 dan 132 dengan ancaman seberat-beratnya hukuman mati.

"Ini salah satu keseriusan polisi dalam berperang melawan narkoba di Provinsi Jambi,” tutur Kapolda.

Kapolda menambahkan, pihaknya tidak akan main-main untuk memberantas jaringan narkoba di wilayah hukum Polda Jambi.

“Kita akan kejar sampai ke akar paling bawah. Kita juga akan kembangkan penyidikannya apakah ada kemungkinan jaringan pengedar sabu Internasional ini dengan sindikat di Pulau Pandan Jambi serta di Pulau Jawa,” tegas Jendral Bintang Satu ini didampingi Kabag Humas Polda Jambi dan Kapolres Tanjab Barat serta Ketua DPRD Tanjabbar.

Diketahui hasil pemeriksaan sementara, pelaku utama DP adalah mantan Pegawai Sipir Lapas Tanjung Pinang, Riau.

Dikatakan Kapolda, kepada petugas anggota Polri Tanjabbar  yang telah bekerja keras dalam mengungkap jaringan ini, akan mendapatkan penghargaan.

Sementara, FS, seorang teman dekat DP yang berhasil diwawancarai wartawan mengaku tidak tahu isi paket yang dibawa DP di dalam tas, sejak dari Tanjungbatu.

Dia hanya diajak jalan-jalan dengan tujuan Jakarta via Kualatungkal. “Sebelumnya kami sudah menginap di Tanjung Batu salah satu kecamatan di Kepulauan Riau. Setelah menginap di salah satu hotel malamnya dia (DP) sering keluar kamar, saya pun tak tau apa yang ia lakukan di luar kamar. Esoknya (Senin,red) sekitar pukul 12.30 kami pun langsung berangkat dengan menaiki kapal penumpang MV Marina dengan tujuan kualatungkal,"kata wanita berkulit putih ini.(*/ken/hsb)

Editor : Tim Redaksi





Berikan Komentar via Facebook :