Dermaga Penyeberangan di Sungai Gebar Tidak Difungsikan
Selasa, 06 Maret 2018 | 09:30:16 WIB | Dibaca: 233 Kali




Dermaga Parit Gantung Sungai Gebqr Tidak Difungsikan sejak Dibangun. (*/IT)



KUALA BETARA - Dermaga Penyeberangan di Sungai Gebar yang dibangun beberapa tahun lalu tidak difungsikan. Derasnya arus sungai menyulitkan penambang perahu merapat di dermaga yang menggerus APBD itu. Akhirnya, warga yang ingin menyeberang sungai dari Sungai Gebar ke Kuala Indah terpaksa menggunakan dermaga lama, yang kondisinya mulai lapuk.

Pantauan infotanjab.com, Senin sore (5/3), terlihat perahu yang membawa penumpang dan roda dua dari Kuala Indah ke Sungai Gebar merapat ke dermaga lama. Perahu yang dikemudikan harus mengambil jalur serong begitu menyeberangi sungai dan langsung berbelok 90 derajad ke arah dermaga kayu.

Kondisi arus yang deras,menyulitkan pengemudi perahu merapat ke dermaga yang baru. "Arus kuat makanya kita gak bisa merapat.Kemudian, dermaganya terlalu tinggi, makanya sulit mendaratkan penumpang dan kendaraan roda dua, " kata Parjo salah satu pengemudi perahu di Kuala Indah.

Sejak dibangun, diakui Parjo dermaga yang bercat biru ini tidak pernah difungsikan untuk menyeberangkan penumpang dari Sungai Gebar ke Kuala Indah.

"Ya masih pake dermaga lama, tinggal rapatkan perahu, bisa nurunkan penumpang dan sepeda motor, " ujarnya.

Begitu juga di penyeberangan Desa Kuala Indah. Dermaga bantuan pemkab yang sempat terseret arus sungai, kini belum dibangun kembali. Melalui bantuan dana desa, dermaga penyeberangan dibangun baru pada 2017 lalu.

"Dermaga yang lama sudah hanyut, sekarang yang kita pakai ini bantuan dana desa, " ujar pengelola dermaga Kuala Indah,  ditemui infotanjab.com, Senin sore.

Untuk diketahui, di penyeberangan Desa Kuala Indah hanya  dioperasionalkan dua perahu, untuk mengangkut warga dari Kuala Indah ke Sungai Gebar atau sebaliknya. Per penumpang dikenakan tarif Rp 1000 sedangkan sepeda motor yang diseberangkan dikenakan ongkos Rp 10 ribu per unit. Per perahu, bisa didayung empat hingga lima orang.(*)

Editor : Andri Damanik

 

 





Berikan Komentar via Facebook :