Bangga, Siswi SMAN 1 Merlung Ini Lolos Seleksi Paskibraka Tingkat Nasional
Selasa, 31 Juli 2018 | 13:00:57 WIB | Dibaca: 232 Kali




Rahmadeni Putri Haimda, Siswi SMAN 1 Merlung Kabupaten Tanjabbar Lolos Seleksi Paskibraka Tingkat Nasional.(win/IT)



KUALATUNGKAL - Siswi SMAN 1 Merlung Kabupaten Tanjabbar menoreh prestasi, mewakili Provinsi Jambi sebagai pasukan pengibar bendera di Istana Negara pada hari kemerdekaan RI Agustus mendatang. 

Nama lengkapnya Rahmadeni Putri Haimda, gadis kelahiran Padang, 16 Juni 2001 membawa nama kabupaten Tanjabbar sebagai paskibraka Nasional.

Anak dari pasangan Harsito (50) dan Mira Yenti (28) ini terkenal sederhana dan tak banyak menuntut. Diluar kesibukannya, Rahmadeni menyempatkan diri membantu orang tuanya.

"Alhamdulillah, kita bangga sekali dia bisa tampil ke Jakarta," kata Harsito, Ayah Rahmadeni.

Dia berharap, anaknya bisa menjadi pribadi yang membanggakan daerah, bangsa dan negara. Dia juga berterimakasih kepada semua pihak yang telah mendukung anaknya hingga terpilih mewakili Provinsi Jambi sebagai pasukan pengibar bendera di Istana Negara.

Sementara itu, Pelatih Paskibraka, Eko menyebutkan Rahmadeni memiliki nilai lebih, sehingga pantas menjadi perwakilan Jambi menjadi paskibraka di istana negara. 

Eko menambahkan, Rani (panggilan Rahmadeni, red) merupakan pribadi yang lihai dan penuh semangat dalam berlatih.

"Patut diacungi jempol semangatnya, layaklah dia berangkat menuju Jakarta," ujarnya menambahkan.

Terpisah, Effendi, Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Merlung mengungkapkan kalau keseharian Rani di sekolah termasuk anak yang rajin, giat, aktif, dan berprestasi.

"Selain cerdas, dia orangnya supel, mudah bergaul dengan teman sebaya maupun gurunya dan disenangi. Itu menjadi poin lebih dia dari teman-temannya," tuturnya. 

Dia berharap agar terus menorehkan prestasi sebaik mungkin sehingga menjadi panutan bagi yang lain. Kemudian dapat menciptakan kualitas hidup, dan tidak menjadi pribadi yang sombong. Sebab saat ini dia telah mendapatkan beberapa tawaran.

"Dia sudah mendapat tawaran, misalnya masuk kepolisian, TNI, dan STPDN," ungkapnya. 

Effendi mengatakan untuk menciptakan kualitas pendidikan dan mengukir prestasi, SMA 1 Merlung menerima calon siswa yang memiliki kriteria. 

"Seperti kriteria calon paskibraka, mulai tinggi badan, dan berat badan serta prestasi. Dari awal sudah melakukan penjaringan seperti itu," paparnya. 

Kemudian yang menjadi feedback nya akan dibina dan dilatih sebaik mungkin agar semakin matang. Kemudian sekolah akan menjembatani si anak untuk mendapatkan beasiswa. 

Ariadi, Asisten pelatih sekaligus panitia dalam menyeleksi calon paskribraka tersebut melihat potensi yang dimiliki Rani cukup membanggakan. Dalam proses perekrutan se tingkat SLTA, terseleksi 100 orang lebih. Kemudian difilter hingga didapatkan sebanyak 70 orang untuk mengikuti tahapan pemusatan latihan (TC) selama tiga hari.

“Dari 70 orang kami ambil 10 besar. Untuk paskibraka kabupaten diambil 35 orang ditambah cadangan orang,” paparnya.

Kemudian selama 45 hari, Rani dan sembilan temannya mengikut TC sebelum mengikuti seleksi di tingkat provinsi. Dari satu setengah bulan itu yang berhasil masuk ke tingkat selanjutnya sebanyak delapan orang.

Tidak berhenti disitu saja, selama di Jambi, dua orang rekannya harus kembali. Sementara Rani berhasil masuk dalam kategori untuk mengikuti tim paskibraka tingkat nasional bersama satu orang lagi siswa asal muara bungo. Sehingga yang berangkat ke Jakarta dari Jambi ada dua orang.

Dalam proses seleksi, hal yang menjadi poin penilaian adalah mengetahui dasar-dasar latihan keterampilan baris berbaris, kemudian tinggi badan dan berat badan.

Selama proses tahapan yang dilakukan, Rani selalu lebih unggul dari temannya. Tetapi untuk mengetahui potensinya pada saat mengikuti TC tahapan kedua.

“Dari kriteria dia sudah full memenuhi persyaratan, misalnya LKBB itu sudah matang, dan postur tubuhnya ideal,” sebutnya.(*/win)

Editor : Andri Damanik





Berikan Komentar via Facebook :