PEMBAHASAN APBDP 2018
Coret Penganggaran Proyek Gemuk dan Rawan Silpa
Selasa, 18 September 2018 | 14:01:19 WIB | Dibaca: 390 Kali




Ketua DPRD Tanjab Barat Faisal Riza ST MM.(dok/IT)



KUALATUNGKAL – DPRD Kabupaten Tanjabbar telah mendapati angka APBD Perubahan 2018, setelah melihat dari angka KUA/PPAS yang rencananya akan diparipurnakan esok hari (19/9).

Dari angka selisih pengguna anggaran (Silpa) tahun ini sebesar Rp 232 miliar dan dipotong pembiayaan anggaran defisit sekitar Rp 30 miliar, dan pemotongan dari pusat sekitar Rp 50 miliar dan biaya lainnya, didapati angka pembiayaan program di APBDP sekitar Rp 130 miliar.

Ketua DPRD Tanjabbar, Faisal Riza ST MM mengatakan, setelah penetapan KUA/PPAS dilanjutkan pembahasan pembiayaan program, kemudian dibahas di Banggar.

Pada anggaran perubahan ini, dewan akan selektif mengesahkan anggaran yang gemuk, terutama mengandung kerawanan tinggi.

Kata Icol, sapaan akrabnya, proyek yang mengandung kerawanan tinggi, tentu akan berdampak fatal, terjadi silpa di akhir anggaran dan yang tidak bermanfaat alias mubazir.

“Makanya kita tengok dulu, apakah proyek yang nilainya besar, dengan masa pekerjaan yang mepet, itu akan dipertimbangkan. Bisa jadi setelah dibahas di banggar, akan dicoret,” ujar politisi Gerindra ini.

Dia sependapat, jika di APBDP lebih dominan anggaran perencanaan yang disahkan. Sehingga tidak ada lagi perencanaan dan pekerjaan fisik dianggarkan di tahun yang sama.

“Tapi kalau memang proyek itu penting dan menyangkut hajat hidup banyak, tentu akan kita pertimbangkan lagi, yang jelas bisa selesai sampai akhir tahun anggaran,” katanya.(*)

Editor : Andri Damanik





Berikan Komentar via Facebook :