Nasib Para Tukang di Lokasi Mega Proyek GOR Serba Guna
Selasa, 16 Oktober 2018 | 12:38:34 WIB | Dibaca: 614 Kali




Mega Proyek GOR Serba Guna yang Sudah Menelan Dana Rp 18 Miliar baru Sebatas Tiang Pancang dan Pembangunan Lantai Dasar.(IT)



KUALATUNGKAL - Setidaknya ada 17 tukang yang dipekerjakan membuat tapak pondasi Mega Proyek GOR Serba Guna Jalan Parit Gompong. Mereka harus melansir material, dengan angklong menyeberang parit, dengan jembatan kayu berlapis dua.

Keringat dan wajah lesu, tampak jelas di raih para tukang ini. Di lokasi, yang berjarak 200 meter dari jalan as, mereka membangun pondok darurat, tempat mereka berteduh dan beristirahat.

Ketersediaan air bersih juga mengancam mereka. Mau gak mau, air parit pun dijadikan untuk Mandi Mencuci dan Kakus (MCK).

Hampir sebulan mereka di lokasi ini, demi kebutuhan hidup, mereka tetap rajin bekerja, sesuai perintah mandor.

Di jalan masuk melewati gapura, terlihat beberapa truk mengangkut batu split terpuruk. Ban belakang terbenam ke jalan timbunan itu. Mereka terpaksa mengeluarkan material dan menumpuknya di jalan masuk, kemudian dilansir lagi ke lokasi proyek.

"Sudah satu bulan disini pak. Kami khusus buat tapak pondasi saja. Untuk bagian besi, ada tukang ahli lainnya. Rombongan kami ada 17 orang," kata Gultom, dia menyebut marganya.

Pria berdarah Batak ini mengatakan, mereka harus melansir batu, pasir untuk mengecor lantai GOR. Hal ini dilakukan lantaran akses jalan ke lokasi pembangunan cukup parah. Bahkan dari penumpukan material, dipisahkan dua anak parit.

"Ada jembatan kayu dibuat. Nanti pas ngecor, dibuat lagi jembatan dari anak parit ke atas bangunan. Mau gak mau pak, karena kami kerja atas perintah," ujar dia.

Untuk diketahui, pembangun Sport Center atau dikenal GOR Serba guna ini sempat digadang-gadangkan bakal mendapat kucuran dana dari pusat.

Hanya saja, sampai hari ini baru terpasang tiang pancang, dilanjutkan pengecoran lantai bangunan. Tiang pancang yang terpasang, tidak sama rata. Hanya tiang yang digunakan untuk tapak lantai, yang sudah dipotong dan disamakan ketinggiannya. Selebihnya terpasang tak beraturan ketinggiannya.

Data yang diperoleh infotanjab.com, pembangunan GOR ini menelan dana cukup fantastis. Tahun 2015 dialokasikan sebesar Rp 5,7 miliar, tahun 2016 sebesar Rp 9,8 miliar, tahun 2017 sebesar Rp 1 miliar. Tiga tahun anggaran ini baru selesai sebatas tiang pancang.

Tahun ini, Dinas PUPR pun kembali mengalokasikan anggaran lanjutan untuk pengecoran lantai sebesar Rp 1,7 miliar. Di lokasi terpisah, juga dibangun jalan dan box culvert, bagian dari peningkatan sarana prasarana GOR.

Kabid Cipta Karya Syafrun ST dihubungi infotanjab.com, membenarkan bahwa akses jalan ke lokasi cukup sulit, apalagi melansir bahan material. Pihaknya segera berkoordinasi dengan tekanan, agar membuat pola kerja yang baik, agar progress fisik sesuai yang diharapkan.

Soal adanya bantuan pusat, Syafrun belum mengetahuinya. "Itu yang belum ada kepastian, tergantung dari Pihak Disparpora Tanjabbar," kata Syafrun.(*)

Editor : Andri Damanik

 

 





Berikan Komentar via Facebook :