Distribusi Air ke Pelanggan Stop, PDAM Belum Keluarkan Kompensasi
Selasa, 13 Agustus 2019 | 19:44:30 WIB | Dibaca: 479 Kali




Instalasi Air Bersih Jilid II yang Dibangun Pemerintah Kabupaten Tanjabbar dengan Anggaran Ratusan Miliar.(dok/IT)



KUALATUNGKAL – PDAM Tirta Pengabuan memastikan persediaan sumber air baku di Parit Panting tidak memadai untuk menyuplai air ke 5.300 pelanggan di Kualatungkal dan sekitarnya. Pemberitahuan ini disampaikan sejak 10 Agustus 2019.

Menipisnya persediaan air baku di Parit Panting, disebabkan musim kemarau yang terjadi beberapa bulan terakhir.

Direktur PDAM Tirta Pengabuan Ustayadi Barlian mengatakan, stok air baku di Parit Panting Kecamatan Bram Itam sudah tidak mampu mensuplai air ke pelanggan.

Mau tidak mau, PDAM mencari jalan lain, dengan menggunakan persediaan air lainnya, untuk mendistribusikan air ke pelanggan, sembari menunggu mengalirnya air reservoar Tebing Tinggi ke Bram Itam.

“Sementara kita ambil air dari Muntialo, diangkut pakai mobil tangki dan distribusikan ke pelanggan,” kata Ustayadi.

Kondisi ini, kata Ustayadi tentu berpengaruh terhadap pembayaran air dari pelanggan. Sementara ini, PDAM Tirta Pengabuan belum mengeluarkan kebijakan terkait kompensasi pembayaran air dari pelanggan.

“Kita kan ada pimpinan, tentunya harus disampaikan dulu. Tapi yang jelas, hal ini sudah kita pikirkan. Apalagi distribusi air dari PDAM ke pelanggan sudah stop per 10 Agustus lalu,” kata Ustayadi.

Untuk diketahui, tarif air PDAM Tirta Pengabuan yang dikenakan ke pelanggan belum berubah. Per kubiknya dikenakan tarif Rp 1.500.

Pantuan infotanjab.com di Kota Kualatungkal, sumur bor swasta menjadi andalan utama dalam memenuhi kebutuhan air bersih. Meski demikian, sejumlah instansi seperti Polres Tanjabbar dan Dinas Damkar sudah turut peduli membagi-bagikan air bersih secara gratis.(*/nik)

Editor: It Redaksi

Baca Juga: Dari Muntialo Didistribusikan ke Pelanggan





Berikan Komentar via Facebook :