Camat Betara: Subkon Migas Banyak yang Tidak Melaporkan Keberadaannya
Jumat, 06 September 2019 | 10:59:05 WIB | Dibaca: 437 Kali




Camat Betara Toni E Putra.(nik/IT)



BETARA - Sejumlah subkontraktor migas di Kecamatan Betara tidak melaporkan keberadaannya ke pihak Kecamatan Betara. Hal ini diakui Camat Betara Toni E Putra kepada infotanjab.com baru-baru ini.

Toni mengatakan, meski tidak ada kewajiban pihak subkon migas melapor ke kecamatan, paling tidak pihaknya mengetahui ada beberapa banyak perusahaan subkontraktor migas yang beroperasi di wilayahnya.

"Sekarang banyak subkon, kita gak tahu ada berapa. Mereka gak melapor ke kita. Tapi gak tau apakah mereka juga melapor ke desa," ujar Camat.

Pemberitahuan ini kataToni perlu dilakukan, mengingat pihak kecamatan juga terlibat mengawasi tenaga kerja asing seandainya ada dipekerjakan di wilayahnya.

"Kita juga diberi wewenang mengawasi TKA, sebagai koordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja," timpalnya.

Selain tenaga kerja, pihaknya juga perlu mendata perusahaan mana saja yang sudah mengeluarkan kewajibannya dalam mengalokasikan CSR setiap tahunnya.

"Seperti PetroChina, tahun ini CSR dialokasikan sekitar Rp 12 Miliar ke Kualabetara, untuk pembangunan jalan," ungkapnya.

Setidaknya ada empat perusahaan besar
di Tanjabbar yang berdomisili di Kecamatan Betara. Diantaranya, Trans Gas Indonesia (TGI), Mandala Energi Lemang, PT PetroChina, PT WKS (Distrik I dan Distrik II).

Untuk perusahaan menengah kebawah, setidaknya ada belasan perusahaan, baik di bidang pengelolaan pinang dan turunannya seperti PT Aroma Jaya Indonesia, PT Ruby, subkontraktor migas hingga pengelolaan air mineral.(*/nik)

Editor : It Redaksi





Berikan Komentar via Facebook :