Per Agustus 7.000 Penderita ISPA di Tanjabbar
Rabu, 11 September 2019 | 15:20:02 WIB | Dibaca: 172 Kali




Kebakaran Lahan di Betara.(IT)



KUALATUNGKAL - Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar sudah melakukan pengukuran Indeks Pencemaran Udara (ISPU) di empat wilayah. Hanya saja hasilnya masih dievaluasi dan sudah dilaporkan ke Bupati.

"Sudah di meja bupati hasilnya. Kita tunggu kebijakan," kata Kadiskes Tanjabbar melalui Kabid P2PL Johanes J Sitorus kepada infotanjab.com, Rabu siang.

Johanes belum menyebutkan kondisi udara yang telah diukur dua hari terakhir. "Masih di meja bapak (bupati,red) kita tunggu aja kebijakan selanjutnya.

Dikatakannya, akibat kabut asap dalam dua bulan terakhir, sedikitnya ada 7.000 penderita ISPA dari laporan puskesmas. Namun Johanes tidak merincikan daerah mana yang memiliki penderita ISPA terbanyak.

"Hingga hari ini, sekitar 41 ribu masker sudah kita bagikan, baik melalui Puskesmas maupun kita bagikan langsung secara massal," timpalnya.

Sebelumnya diberitakan, Dinas Kesehatan Kabupaten Tanjabbar mengukur kembali Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di empat lokasi. Dua lokasi dilakukan di Kualatungkal dan Betara. Dua titik lagi di Merlung dan Suban.

"Untuk hari Selasa kita lakukan pengukuran ISPU di Kualatungkal dan Betara. Sementara hari Rabu di Merlung dan Suban," kata Kadiskes Tanjabbar melalui Kabid P2PL Johanes J Sitorus kepada infotanjab.com, Senin sore (9/9).

Setidaknya puluhan hektar lahan gambut yang terbakar di Kecamatan Betara sejak pekan lalu. Lahan yang terbakar ini sebagian ditumbuhi semak belukar, kebun sawit dan kebun pinang.

Dari penelusuran di lapangan, ternyata setidaknya ada empat lokasi lahan perkebunan dan semak belukar yang terbakar.

Lokasi kebakaran lahan terjadi di Kecamatan Betara berada di Pematang Buluh, Betara 3, Betara 6, Pinang merah, Kampung Tengah Desa Mentialo.(*)

Editor : It Redaksi





Berikan Komentar via Facebook :