Ancol Beach, Wisata Tungkal yang Tertinggal
Sabtu, 28 September 2019 | 12:34:13 WIB | Dibaca: 350 Kali




Pantai Kecil di Ancol Menambah Ketertarikan Pengunjung.(*/Andri Damanik)



Bibir pantai mulai timbul, meski tak terlalu luas. Bangau putih dan Cemara lalulalang mencari santapan. Di beberapa sisi terlihat tanaman bakau, pidada, berembat dan pohon api-api yang tampak kokoh.

Ditulis: Andri Damanik - INFOTANJAB

Fenomena ini yang terlihat di Ancol Beach. Lokasi wisata yang berada di Jantung Kota ini menandakan suasana bahari yang kental. Saat air surut, satwa pantaipun berkejaran mencari perhatian pengunjung yang datang.

Siapa sangka, pantai Ancol secara alami mulai terbentuk, dengan adanya tanaman bakau dan sebagainya. Sayangnya, empat tahun belakangan, Ancol jauh dari perhatian.

Tak pelak, 14 saung yang dibangun beberapa tahun lalu sudah mulai usang. Sebagian saung tampak tak beratap. Sisi bangunan juga sudah lapuk.

Begitu juga dengan 40 lampu taman di Ancol, hanya 10 lampu yang menyala, sebagian sudah rusak.

Turap permanen (Site Field) di tepi Ancol juga sudah mulai miring. Tampak lantai keramik sebagian sudah pecah, dan bagian pondasi mulai turun.

Begitu juga dengan kios-kios yang dibangun, hampir tak berpenghuni. Hanya dua kios yang dipakai untuk tempat tinggal penjaga Ancol dan kios untuk berjualan.

Semak belukar di tengah Ancol pun tak terkikis. Nama besar Ancol Beach kini tak sesuai dengan kenyataan. Kejayaan Ancol tak melesit seperti 16 tahun silam.

Tak hanya bangunan yang mulai rusak, pedagang di Ancol kini jumlah menyusut. Dari 30 pedagang di tahun 2007, menyusut menjadi 10 pedagang di tahun 2014. Kini hanya tiga warung yang buka, sekedar meramaikan objek wisata pertama di Kualatungkal ini.

Panggung megah di Ancol kini hanya tinggal kenangan. Even-even pun jarang digelar di lokasi ini. Bagian panggung semi permanen ini, sebagian tampak jebol. Di atas panggung terlihat tempat berjualan. Tak ada lagi kemeriahan di objek wisata yang dibangun 2003 lalu ini.

Anwar, penjaga Ancol yang sudah lebih 10 tahun berdiam di lokasi wisata ini kepada infotanjab.com, Sabtu (28/9) mengaku prihatin dengan kondisi Ancol Beach saat ini.

Kata dia, pengunjung dari Kota Jambi yang datang ke Ancol mengaku kecewa dengan kondisi sekarang. Jajanan dan warung makanan tak seramai dulu.

"Banyak yang kecewa lihat kondisi Ancol sekarang, memang tidak terawat," kata Anwar.

Diapun akhirnya berinisiatif membuat pondok di tepi Ancol yang menghadap ke laut, meski dengan tiang bambu dan atap daun, agar pengunjung bisa nyaman dan tidak panas ketika berteduh di siang hari.

"Pondok ini saya buat sendiri. Jadi pengunjung bisa lihat pantai, lihat laut, dan burung Bangau Putih dan Cemara. Pemandangan ini yang mahal," katanya.

Anwar menuturkan, dalam empat tahun terakhir memang tidak ada pemeliharaan yang dilakukan instansi terkait terhadap Ancol. Sedangkan Anwar, hanya digaji Rp 400 ribu untuk menjaga Ancol.

" Dulu pernah Rp 800 ribu saya digaji, dan menurun jadi Rp 400 ribu dalam empat tahun belakangan," katanya.

Omset Puluhan Juta

Anwar, penjaga Ancol, mengatakan, Ancol Beach dulunya sempat memberikan kontribusi bagi Pendapatan Asli Daerah. Kata dia, pernah omset mencapai Rp 64 juta.

Hal ini sesuai dengan kegiatan yang digelar di Ancol, mulai even tertentu, bazar dari persatuan pedagang se Sumatera, musik dan sebagainya.

"Dengan Even, kita bisa mendatangkan omset. Selaku pengelola kita hanya menyediakan tempat, dan susunan acara. Artinya kegiatan tidak dipersulit. Kalau sekarang, karena jarang digelar even, banyak sarana dan prasarana Ancol yang rusak, tak terawat, apalagi memang pemeliharaan tidak ada dari instansi terkait," ujar Anwar.

Selain Even besar, wisata Ancol pernah mendapat pujian dari Anggota DPRD Palopo yang pernah studi banding tujuh tahun silam.

Kata Anwar, Dewan Palopo bangga dengan Tanjabbar yang memiliki objek wisata di Jantung Kota.

"Dewan itu sendiri yang ngomong dan salut dengan Tungkal. Punya objek wisata yang mudah diakses. Jarang seperti ini," kata Anwar menirukan sanjungan dari DPRD Palopo tersebut.

Anwar berharap, kedepannya Ancol Beach bisa ditata kembali. Jangan sampai wisata di jantung kota ini tertinggal dan kehilangan jati diri.

Ancol Beach ini dibangun sejak 2003 lalu. Beberapa kali penganggaran dari APBD Tanjabbar dikucurkan untuk merenovasi wisata Ancol, hingga terakhir 2013/2014 silam.

"Jangan sampai Ancol Beach menjadi ikon wisata yang tertinggal. Padahal disini berpeluang, apalagi sudah ada tanaman pantai yang kita tanam sendiri, memperindah pandangan, sekaligus menjaga ekosistem laut," tutur Anwar.(***)



 





Berikan Komentar via Facebook :