Di September, Penderita ISPA Mencapai 3.751 Jiwa
Senin, 30 September 2019 | 16:11:55 WIB | Dibaca: 166 Kali




Dinkes Tanjabbar Gelar Konferensi Pers Terkait Dampak Kabut Asap dalam Tiga Bulan Terakhir.(IT)



KUALATUNGKAL - Meski hujan sudah mengurangi kabut asap dalam sepekan terakhir, Dinas Kesehatan Tanjabbar masih melakukan pemantauan kondisi Indeks Standar Pencemaran Udara (ISPU) di Tanjabbar.

Terakhir kalinya, Dinkes Tanjabbar melakukan pengukuran ISPU pada 24 September lalu. Dalam pengukuran tersebut, ISPU tergolong sedang, membaik dari sebelumnya.

"Kita tetap monitoring perkembangan labu asap, dan selalu melakukan himbauan ke masyarakat, agar selalu berperilaku hidup sehat," ujar Kadiskes Tanjabbar melalui Kabid P2PL Johanes J Sitorus dalam konferensi persnya, Senin siang (30/9).

Mengenai penderita ISPA, Johanes menyebutkan tidak ada warga terutama balita dan lansia yang sampai dirawat serius di puskesmas apalagi sampai meninggal dunia.

Diakui dia, penderita ISPA terus bertambah sejak bulan Juli hingga September 2019. Pada Juli terdata 3.164 penderita ISPA di 13 kecamatan, pada Agustus 3.711 penderita , dan meningkat di September sebanyak 3.751.

"Tidak ada yang meninggal ataupun dirawat darurat akibat kabut asap. Memang kita sudah menghimbau, Agar lansia, ibu hamil, balita untuk tidak keluar rumah selama musim kabut asap kemarin," tukasnya.

Ditambahkan Johanes, selama bencana asap beberapa waktu yang lalu, sedikitnya 80.000 Pcs masker yang sudah dibagikan ke masyarakat, baik melalui puskesmas, instansi pemerintah, karang taruna, LSM dan organisasi sosial lainnya.

Sebagai antisipasi kedepan, kata Johanes, pihaknya juga menyiapkan stok masker 100 ribu Pcs. "Stok masker kita masih banyak," timpalnya.(*)

Editor : It Redaksi





Berikan Komentar via Facebook :